PRESTASI VS WANPRESTASI

Untuk mempermudah mengartikan kata prestasi, maka prestasi dapat disamakan dengan kewajiban atau cara melaksanakan kewajiban (di dalam perjanjian).

Secara hukum, ada 3 macam prestasi, sebagaimana diatur di dalam Pasal 1234 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) :

Perikatan ditujukan untuk :

  1. Memberikan sesuatu : Wujudnya adalah barang, cara melaksanakannya dengan cara menyerahkan barang.
  2. Berbuat sesuatu : Wujudnya adalah Jasa (tenaga atau keahlian), cara melaksanakannya dengan cara berbuat sesuatu.
  3. Tidak berbuat sesuatu.

Sementara itu, wanprestasi dapat diartikan sebagai suatu perbuatan ingkar janji atau cidera janji. Secara hukum, Wanprestasi dapat berupa :

  1. Tidak melaksanakan apa yang diperjanjikan;
  2. Melaksanakan yang diperjanjikan tapi tidak sebagaimana mestinya;
  3. Melaksanakan apa yang diperjanjikan tapi terlambat; atau
  4. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan.

 

Dasar Hukum :

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)

Write a Reply or Comment