MENGENAL SYARAT-SYARAT DARI PEMBEBASAN BERSYARAT SERTA PERBEDAANYA DENGAN GRASI, AMNESTY DAN ABOLISI

Pembebasan bersyarat sendiri mempunyai arti bebasnya seorang narapidana setelah menjalani masa pidanya sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari masa pidanya namun dengan ketentuan 2/3 (dua pertiga) tidak kurang dari 9 bulan namun tidak secara serta merta. Sehingga pemerintah yaitu kementrian hukum dan ham membuat sebuah Peraturan mentri untuk mengatur secara teknis tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, Pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.

Secara umum untuk mendapatkan pembebasan bersyarat bagi seorang narapidana terdapat 4 syarat yang di tuangkan dalam peraturan menteri hukum dan ham diatas yaitu:

 

  • telah menjalani masa pidana paling singkat 2/3 (dua per tiga), dengan ketentuan 2/3 (dua per tiga) masa pidana tersebut paling sedikit 9 (sembilan) bulan
  • berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana
  • telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun, dan bersemangat dan
  • masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan Narapidana.

 

 

Masyarakat Indonesia mengenal yang namanya grasi, amnesti dan abolisi. Apakah hal tersebut serupa dengan pembebasan bersyarat? Hal tersebut dapat kita lihat dari pengertiannya yaitu:

 

  • Grasi yaitu pengampunan berupa, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksaan pidana yang telah di jatuhkan kepada terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang dilakukan oleh presiden dengan  mendapatkan pertimbangan mahkama agung.
  • Amnesti memiliki pengertian yaitu presiden untuk kepentingan Negara dan telah mendapatkan nasihat tertulis dari mahkama agung berwenang untuk menghapus semua akibat hukum dari seorang pelaku tindak pidana.
  • Abolisi memiliki pengertian yaitu  presiden untuk kepentingan Negara dan telah mendapakan nasihat tertulis dari mahkama agung berwenang untuk meniadakan tuntutan dari seorang pelaku tindak pidana.

 

Dapat kita simpulkan pembebasan bersyarat, grasi, amnesti dan abolisi adalah hal yang berbeda karena Grasi,amnesti serta abolisi adalah hak progresif presiden berupa pengampunan terhadap seorang pelaku tindak pidana dengan melihat pertimbangan atau nasehat dari mahkama agung. grasi, amnesty dan abolisi tidak ada batasan waktu telah menjalani masa pidana oleh pelaku tindak pidana. Sedangkan pemberian pembebasan bersyarat yaitu seorang narapidana telah menyelesaikan 2/3 masa pidananya sehingga dapat megajukan pembebasan bersyarat kepada kementrian hukum dan ham.

 

Dasar Hukum

 

  • UU No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan
  • Permenkumham  No. 3 Tahun 2018 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.
  • UU  No.11 Tahun 1954 Tentang amnesty dan abolisi
  • UU No. 5 Tahun 2010 Tentang Grasi

 

 

Write a Reply or Comment