PENYEBARAN AJARAN YANG MENYESATKAN?!

Unggahan video Gus Samsudin di youtube ramai dibicarakan. Dalam video tersebut, Gus Samsudin mengatakan bahwa dalam alirannya suami istri diperbolehkan untuk bertukar pasangan atas dasar suka sama suka. Penyidik Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menjemput paksa Gus Samsudin di kediamannya yaitu Blitar Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Dirmanto mengatakan bahwa penangkapan dilakukan karena adanya kekhawatiran yang bersangkutan melarikan diri yang dapat mengakibatkan terhambatnya proses penyidikan.

 

Polda Jatim turut menyelidiki dugaan penyebaran aliran yang berbeda. Warga yang mengaku tertipu oleh Gus Samsudin melakukan protes untuk menuntut penutupan padepokan tersebut. Sehingga Pemerintah Kabupaten Blitar Jawa Timur mencabut izin operasional Padepokan Nur Dzat. Wakil Bupati Blitar yaitu Rahmat Santoso mengatakan bahwa pencabutan izin tidak hanya pada praktik pengobatan, namun pondok pesantren dan majlis taklim miliknya juga. Santri yang ada di padepokan tersebut harus dipulangkan serta dilarang menerima pasien atau menjalankan praktik pengobatan di padepokan tersebut.

 

Pasal 28 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, menyatakan bahwa:

  • Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sifatnya menghasut, mengajak, atau memengaruhi orang lain sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, agama, kepercayaan, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik.
  • Setiap Orang dengan sengaja menyebarkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang diketahuinya memuat pemberitahuan bohong yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat.

 

 

Menurut kalian apa yang harus kita lakukan untuk menghindari adanya kejadian seperti ini??

Write a Reply or Comment