HUKUMNYA BAGI SESEORANG YANG MENYEBARKAN VIDEO PORNOGRAFI KE MEDIA SOSIAL

 

Belakangan ini sudah sangat ramai menjadi perbincangan masyarakat atas tersebarnya video syur atau video porno yang dimana, didalam video tersebut, pemeran wanitanya mirip sekali dengan salah satu artis terkenal di Indonesia. Video yang berdurasi selama Sembilanbelas detik tersebut ternyata sudah tersebar luas di media sosial yaitu twitter dan telah menjadi trending nomor satu.

Berdasarkan dari kasus yang menimpa salah satu artis terkenal tersebut, dapat dijelaskan bahwa seseorang yang telah menyebarkan video syur atau video porno tersebut dapat dikenakan atau dapat dijatuhkan hukuman atau sanksi berupa pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda sebanyak Rp.1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah) hukuman ini tertulis dalam pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebagaimana pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini berbunyi;

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Dan dalam kasus penyebaran video syur atau video tersebut, seseorang yang telah menyebarkannya juga mendapatkan hukuman atau sanksi berupa pidana penjara paling singkat selama 6 (enam) bulan dan paling lama selama 12 (duabelas) tahun penjara dan denda paling sedikit Rp.250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan denda paling banyak sebesar Rp.6.000.000.000 (Enam Miliar Rupiah) hal ini tertulis dan dijelaskan dalam pasal 4 ayat (1) Juncto pasal 29 Undang-Undang Pornografi (Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi)

Maka dengan demikian, seseorang harus berhati-hati dalam penggunaan media sosial terutama dalam hal penyebaran dalam suatu video atau apapun itu demi kenyamanan dalam hidup bermasyarakat dan agar kasus seperti ini tidak terulang Kembali agar tidak meresahkan masyarakat luas.

REFRENSI:

Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Pasal 4 ayat (1) Juncto pasal 29 Undang-Undang Pornografi (Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi

 

-Penulis: Raja Maruli Tua Manalu, S.H.

Write a Reply or Comment