BERAPA SIH GANTI KERUGIAN YANG HARUS PENGANGKUT UDARA BERIKAN ATAS KERUGIAN PENUMPANG YANG MENINGGAL DUNIA, CACAT TETAP, ATAU LUKA-LUKA?

Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara.

 

  1. Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia.
  2. Penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena :
  • Akibat kecelakaan pesawat udara; atau
  • Kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara.

diberikan ganti kerugian sebesar Rp. 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang;

 

  1. Penumpang yang meninggal dunia :
  • Akibat suatu kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara pada saat proses meninggalkan ruang tunggu bandar udara menuju pesawat udara; atau
  • Pada saat proses turun dari pesawat udara menuju ruang kedatangan di bandar udara tujuan dan/atau bandar udara persinggahan (transit).

diberikan ganti kerugian sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah) per penumpang;

 

  1. Jumlah ganti rugi terhadap penumpang cacat tetap.

Penumpang yang mengalami cacat tetap, meliputi :

  1. Penumpang yang dinyatakan cacat tetap total oleh dokter dalam
    jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak
    terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebesar Rp.
    250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang;
  2. Penumpang yang dinyatakan cacat tetap sebagian oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak
    terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebagaimana termuat
    dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini:

Besaran Ganti Kerugian Cacat Tetap Sebagian Cacat Tetap Sebagian Besaran Ganti Kerugian :

  • Satu mata Rp 150.000.000,-;
  • Kehilangan pendengaran Rp 150.000.000,-;
  • Ibu jari tangan kanan Rp 125.000.000,-;
  • tiap satu ruas Rp 62.500.000,-;
  • Jari telunjuk kanan Rp 100.000.000,-;
  • tiap satu ruas Rp 50.000.000,-;
  • Jari telunjuk kiri Rp 125.000.000,-;
  • tiap satu ruas Rp 25.000.000,-;
  • Jari kelingking kanan Rp 62.500.000,-;
  • tiap satu ruas Rp 20.000.000,-;
  • Jari Kelingking Kiri Rp 35.000.000,-;
  • tiap satu ruas Rp 11.500.000,-;
  • Jari Tengah atau jari manis Rp 50.000.000,-;
  • tiap satu ruas Rp 16.500.000,-;
  • Jari tengah atau jari manis kiri Rp 40.000.000,- – tiap satu ruas Rp 13.000.000,-
Penjelasan :

Bagi mereka yang kidal, perkataan kanan dibaca kiri, demikian sebaliknya.

 

  1. Jumlah ganti rugi terhadap penumpang luka-Iuka;

Penumpang yang mengalami luka-Iuka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, klinik atau balai pengobatan sebagai pasien rawat inap
dan/atau rawat jalan, akan diberikan ganti kerugian sebesar biaya
perawatan yang nyata paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) per penumpang.

 

Dasar Hukum :

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan;
  • Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

 

2 comments

  1. Hi Riphat & Team,
    Kebetulan salah satu sepupu saya adalah korban tragedi lion air JT610. Saya ingin bertanya, bagaimana jika besaran ganti rugi yang diterima oleh kekuarga korban tidak sesuai dengan UU no. 1 tahun 2009 atau PM 77 thn 2011, apa tindakan (dari segi hukum) yang dapat dilakukan oleh keluarga korban?

    Reply
    1. Halo Ivon,
      Kami turut berbela sungkawa atas apa yang telah terjadi, secara singkat, ganti rugi harus sesuai Peraturan Perundang-Undangan yg berlaku. Di samping itu dapat juga mengajukan gugatan ganti rugi di luar dari yang telah di tetap kan oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Kalau kamu butuh penjelasan lebih lanjut dan berkenan kami bantu dalam melakukan upaya hukum, silahkan menghubungi kami melalui email info@ris.legal ya, terima kasih.

      Reply

Write a Reply or Comment